Saturday, November 14, 2009

Seorang Tukang Air Dan Dua Tempayan Besar

0 comments

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh
merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setiap Orang Memiliki kekurangan

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya” “mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu ?””Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuat mu rugi.”

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab,” Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu , majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.
yacob ;-)

dari :Facebook Orang Blitar
penulis : Continue Reading

Kisah Seorang Tukang Air

0 comments

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh
merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setiap Orang Memiliki kekurangan

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata
kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya” “mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu ?””Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuat mu rugi.”

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab,” Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu , majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan
retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud
tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.
yacob ;-)

dari :Facebook Orang Blitar
Ini kiriman Yacob Bastian Elbash Continue Reading

Thursday, October 1, 2009

Gusti Allah Ora Sare...

1 comments

Gusti Allah Ora Sare...

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan. Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...," begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh. Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, "tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja.

Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam. "Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?"

Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru... "Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya." Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan..."

Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare". (Tuhan itu tidak pernah istirahat) Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar.

Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya. "Ya Allah, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat" Untunglah,hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare ..... Gusti Allah Ora Sare.....

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.

Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan. Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.

Aku berdoa agar diberikan kekuatan...Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya. Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan...Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya. Aku berdoa agar diberikan kecerdasan...Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya. Aku berdoa agar diberikan keberanian...Namun, Allah memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya. Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang...Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya. Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan...Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.
Continue Reading

Kiat introspeksi diri

0 comments

Introspeksi diri dapat kita lakukan dengan cara sistematis. Kita seyogianya mulai memahami bahwa terdapat peta kemanusiaan dalam diri yang terdiri dari aspek kalbu sebagai pusat, inti, bahkan hakekat dari kemanusiaan itu sendiri. Keberadaan kalbu menyadarkan kita pada hubungan vertikal antara diri dan Tuhan Yang Maha Esa. Tanyakan dalam diri, seberapa dalamkah penghayatan kita tentang hubungan vertikal ini selama ini? Upaya apakah yang telah kita lakukan guna menguatkan hubungan vertikal ini dengan harapan peningkatan kokohnya penghayatan eksistensi diri kita, sebagai pribadi otonom.

Aspek kognisi. Seberapa jauhkah prestasi intelektual yang selama ini sudah kita raih. Sudahkah kita memanfaatkan potensi intelektual kita secara optimal?

Aspek konasi. Seberapa tekunkah kita dalam berupaya meraih prestasi kerja optimal? Apakah kita tipe orang yang terlalu cepat merasa puas dengan apa adanya. Sejauh mana kita berupaya meningkatkan ketekunan berusaha untuk bisa meraih prestasi optimal?

Aspek emosi. Seberapa besar pengaruh emosi dalam pencapaian prestasi sosial kita, seberapa beranikah kita menempatkan diri dalam posisi sosial yang pas untuk diri kita, tanpa mengusik ketenteraman lingkungan di mana kita berada? Seberapa asertifkah kita dalam mengungkapkan perasaan dan isi pikiran kita pada lingkungan di mana kita berada, sehingga terasa ringan di dada?

Aspek nilai dan tatanan sosial. Seberapa jauhkah kesenjangan antara nilai diri dengan nilai sosial di mana kita berada. Seberapa besarkah kemampuan kita dalam mengintegrasikan kedua tatanan nilai tersebut dalam perilaku sosial kita, tanpa membuat diri kita merasa tertekan dan tanpa mengusik lingkungan di mana kita berada? Aspek fisik. Seberapa jauhkah kita memikirkan dan mempertimbangkan pola hidup kita untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik yang akan menunjang kesejahteraan fisik dan sekaligus mental kita?

Nah, dengan bantuan sistematika introspeksi diri yang sederhana tersebut, kita bisa menentukan langkah awal yang relatif lebih lugas dan jelas dalam meniti langkah lanjut ditahun baru ini, demi masa depan, yang mudah-mudahan lebih menjanjikan. Amien. Selamat Tahun
Baru 2003. *
Continue Reading

Monday, June 29, 2009

Bagaimana Membuat Blog Dibanjiri Komentar

0 comments

Kalau anda suka jalan-jalan di dunia maya, pasti anda temukan banyak sekali blog. Di Indonesia saja konon jumlahnya sudah mencapai puluhan ribu. Dan pasti jumlahnya terus bertambah. Setiap hari ada saja blog baru yang lahir. Tapi tidak sedikit juga yang mati suri atau mati beneran alias tidak pernah diurusi lagi.

Dari sekian banyak penyebabnya, salah satunya adalah sepinya pengunjung. Jarang ada orang yang mau melirik blog yang kita buat. Kalau melirik saja mereka tak mau, bagaimana bisa mereka meninggalkan komentar di blog kita?

Nah padahal keunggulan blog salah satunya adalah kuatnya interaksi dengan pengunjung. Pengunjung bisa langsung bertegur sapa dengan pemilik blog. Si empunya blog pun bisa melayani pertanyaan atau komentar pengunjung. Hubungan yang kuat antara pengunjung dan pemilik blog ini yang menjadi dasar kesuksesan blog yang kita bangun.

Kalau anda sudah mengunjungi sejumlah blog, anda pasti juga bingung kenapa ada blog yang luar biasa ramai dikomentari, sedangkan blog lainnya sama sekali sepi? Bahkan sampai ada pengunjung yang rela berkali-kali berkomentar di suatu blog. Kenapa kok bisa begitu?

Ok… ok… biar tak penasaran saya jelaskan perlahan.

Pertama tentu anda sudah tahu kalau komentar itu diberikan oleh pengunjung. Jadi kalau tak ada yang berkunjung ke blog anda, pasti tak bakal ada yang berkomentar. Di sinilah pentingnya TRAFFIC. Semakin ramai traffic blog anda, semakin banyak yang sudi meninggalkan komentarnya.

Ada yang bilang kalau traffic itu tergantung dari posting yang kita buat. Kalau artikelnya bagus, pasti banyak orang akan rela berkomentar. Sebaliknya kalau artikel yang kita tulis buruk, tak ada yang mau kasih komentar.

Pendapat itu ada benarnya, tapi tidak 100 persen benar. Saya sering menemukan blog yang isinya bagus (sangat bagus bahkan) tapi jarang ada yang mau komentar. Lalu apanya yang salah?

Menurut saya penyebabnya adalah ketidakmampuan memasarkan blog yang kita punya. Menulis artikel yang bagus itu sangat penting, tapi tak kalah pentingnya adalah bagaimana memasarkannya. Percuma saja punya blog yang berkualitas bagus tapi tak ada orang yang tahu!

Soal memasarkan blog itu akan kita bahas lebih lanjut nanti. Pertama kita urai dulu bagaimana supaya tulisan di blog kita mampu memancing pembaca berkomentar. Apa saja trik yang bisa kita lakukan?

  • Tulis tentang blog lain. Tulislah blog lain yang menurut anda bagus. Bagus dalam arti isinya menarik serta traffic-nya ramai. Siapa tahu anda ketularan traffic blog tersebut sehingga komentar di blog anda mulai bermunculan. Pemilik blog yang anda tulis juga akan senang dengan tulisan anda. Hubungan mesra antar blogger bisa dimulai dengan cara seperti ini. Bahkan bukan tidak mungkin mereka akan balik merekomendasikan blog anda. Tapi sebaiknya blog yang anda tulis memiliki kesamaan topik dengan blog anda. Sehingga bisa dipastikan target pembacanya juga sama. Ayo siapa tertarik nulis tentang blog ini? ;-)
  • Tutup artikel dengan pertanyaan. Di akhir artikel, bertanyalah pada pembaca. Misal, “Apakah anda punya ide lain?” atau “Apakah artikel ini membantu anda?” Pertanyaan anda akan memancing pembaca untuk memberi komentar.
  • Pancing dengan berita hangat. Anda bisa awali tulisan dengan menceritakan hal yang lagi jadi bahan pembicaraan. Bisa tentang situasi terkini blogosphere dunia atau di Indonesia. Atau bisa juga mengenai hal lainnya seperti situasi politik atau ekonomi. Gosip artis pun boleh dipakai untuk menarik perhatian pembaca.
  • Tulis kontroversi. Menulis hal-hal kontroversial sangat menarik pembaca untuk ikut terlibat. Tidak masalah apakah nantinya pembaca blog setuju atau tidak dengan pendapat anda. Yang pasti, pembaca akan mengisi kolom komentar untuk mengutarakan pendapatnya.
  • Sabarlah. Kadang-kadang kita perlu sedikit bersabar menunggu datangnya komentar pertama. Biasanya setelah ada yang mulai memberi komentar, komentar-komentar berikutnya akan deras mengalir.

Sangat mudah kan? Intinya bagaimana tulisan yang kita buat mampu menarik pembaca untuk terlibat. Jaga perhatian pembaca, gugah perasaannya, dan buat pembaca tergerak untuk memberi komentar.

Bagaimana? Apakah trik di atas sudah cukup membantu anda?

Continue Reading

Thursday, June 25, 2009

Bagaimana Mencapai Tujuan Hidup Anda secara Benar dan Menyenangkan

0 comments

Coba bayangkan sebentar… Anda tengah berada di sebuah daerah. Dan anda berniat datang ke rumah seorang teman di daerah lain yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya. Alamat sudah dikantongi. Lalu anda pun berangkat.

Di tengah perjalanan, anda sampai di pertigaan jalan yang membingungkan. Anda ragu mau ambil jalan yang mana. Anda berupaya mencari orang untuk tempat bertanya. Namun sayang daerah itu tak berpenghuni. Tak seorang pun anda temui. Anda berupaya menelpon teman anda, tapi sialnya handphone anda ngedrop kehabisan daya baterai. Kalaupun handphone nyala, daerah itu tak terjangkau sinyal.

Apa kira-kira yang anda lakukan? Jalan mana yang anda ambil? Jalan pertama, jalan kedua, atau yang ketiga?

Anda lalu berspekulasi. Anda ambil jalan pertama. Setelah anda ambil jalan tersebut, naas hasilnya. Anda tersesat! Rencana menuju rumah teman tak kesampaian ditambah lagi anda tak tahu jalan untuk pulang.

Rekan-rekan semua… ilustrasi singkat di atas menggambarkan betapa penting kita tahu bagaimana jalan mencapai tujuan. Kita tak cukup memiliki tujuan, namun perlu tahu bagaimana cara mencapainya.

Saya yakin anda semua punya cita-cita. Mungkin anda ingin menjadi pengusaha, atau artis, pegawai negeri,

Soal impian atau cita-cita saya yakin tak ada orang yang tak memilikinya. Terlalu berlimpah mungkin mimpi yang ingin anda capai. Yang banyak terjadi justru kita tak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Karena itulah anda butuh peta untuk membimbing langkah-langkah anda guna mencapai yang anda inginkan. Bila anda ingin berbisnis internet misal, anda butuh panduan

Kembali ke soal tujuan, pastikan anda memang menginginkan karena itu sesuai dengan kata hati anda. Bukan karena ikut-ikutan, bukan juga hanya karena ingin terlihat keren. Namun pastikan itu karena memang panggilan dari dalam diri anda.

Boleh saya tanya, apa yang sedang anda kerjakan saat ini? Dan sudah sesuaikah dengan tujuan hidup yang ingin anda capai?

Continue Reading

Thursday, June 4, 2009

Salah Satu Motivasi Hidup Adalah Bekerja

1 comments

Seekor ayam berkokok pagi-pagi benar, kemudian keluar kandang dan mengepak-ngepakan sayapnya, yang jantan berkokok keras, menyambut sang surya yang tersenyum di ufuk timur. Mereka pergi pagi dan pulang menjelang malam dengan gelembung tembolok dileher yang sudah penuh dengan makanan. kemudian beristirahat sampai menjelang pagi dan kembali berkokok, mengepakan sayap, menyiapkan cakar-cakar untuk mengorek makanan di tanah dan rerumputan.

Itulah kelebihan seekor ayam tanpa beban bekerja mencari makan.
Sama halnya manusia , walau kadang bangun telat dengan si Ayam?, alangkah baiknya bila kita bekerja seperti ayam artinya bekerja tanpa beban, bedanya Ayam mencari makan untuk hari itu saja sedangkan manusia tidak untuk hidup hari ini saja, melainkan untuk esok hari,takala tua,menyekolahkan anak,membesarkan anak,mengantarkan anak sampai bisa mandiri dan lain-lain. Intinya bahwa banyak kepentingan atau keperluan manusia hidup,baik bagi diri sendiri maupun keturunan nanti.
Manusia diberi kelebihan LUAR BIASA!, di pundaknya sebagai kholifah dibumi diserahkan, diberikan tanggung jawab lebih untuk itu berikut ini tahapan-tahapan manusia hidup,antara lain:
1. Masa Anak-anak , adalah usia bermain-main
2. Remaja, adalah usia belajar untuk bisa hidup
3. Dewasa, adalah usia meraih posisi dalam hidup
4. Setengah Tua, adalah usia mengisi sepanjang hidup
5. Tua, adalah usia mengisi tujuan hidup, mempersiapkan hidup selanjutnya.

Jangan sia-siakan waktu, karena waktu terus meninggalkan kita.Andaikan waktu bisa diputar balik atau seperti film-film holywood yang mengisahkan orang kembali kemasa lalu atau menuju masa depan puluhan tahun dari sekarang,rasanya secara fisik mustahil, namun pandangan dan pemikiran bisa menuju masa lalu dan masa depan.
Tetap semangat! berlomba dengan waktu, penuhi mativasi hidup dengan amalkan ilmu , salah satunya dengan “Bekerja”.
Continue Reading

Wednesday, May 20, 2009

Jari "Cantengen"

0 comments

Tentang jari "cantengen"

disuatu rumah sakit, ada seorang pasien yang sedang sakit. dia memeriksakan apa yang dia keluhkan ke seorang dokter.
pasien : "(sambil menunjuk dengan jarinya) dok, saat gini kok sakit(menunjuk kepala,perut, dan lutut)".
dokter : "wah, penyakitnya komplek.saya periksa dulu kepalanya"
(setelah beberapa saat)
dokter :"waduh kepalanya gak sakit pa2, normal2 ja, coba saya periksa perutnya".
(setelah beberapa saat)
dokter : "wah perutnya juga gakda masalah, coba saya periksa lututnya"
(setelah beberapa saat)
dokter : "waduh, ni lutut jg sehat2 ja"(dengan wajah kebingungannya)
setelah itu, si pasien disuruh keluar du, coz pak dokter mau evaluasi tentang penyakit tersebut. di saat si pasien keluar, dia ketemu dengan temannya yang tau penyakitnya.
teman pasien : "kok da disini, lagi apa??"
pasien : "lagi berobat tentang penyakitku"
teman pasien : "bagus itu, jadi penyakite biar cepet sembuh. trus hasile gimana??"
pasien : "belum tw, dokternya malah bingung dengan penyakitku ini, masak malah diperiksa kepalaku, perut, juga lutut"
teman pasien : "kok bisa?? yadah tak ngomong ke dokternya"
akhirnya, si teman pasien masuk ke ruangan dokter. untuk membicarakan penyakit si temannya.
teman pasien : "teman saya sakit pa dok??"
dokter : "wah saya juga binggung, soalnya saat (menunjuk) kepala skit,perut jg sakit, lutut juga"
teman pasien : "dokter ternyata goblok, lha wong yang sakit jarinya, kok yang diperiksa kepala,perut dan lututnya.untung belum sampai dioperasi,klo udah gmana jdnya??!!!"
dokter : "???!!!???"
Apa yang anda bisa ambil ilmunya dari cerita tersebut???? Continue Reading

 

Copyright 2010 All Rights Reserved | Super Template by Ilmu Komputer | Modified by Ilmu Grafis | Original Wordpress theme by Ahli Desain